Berkunjung ke Golo Damo dan Le Masen

Tanggal 14 september, aku mengikuti kegiatan kakak Jaladwara. Namanya rahasia di balik gambar. Di situ awalnya aku di suruh kenalan sama teman-teman, dan ternyata aku paling kecil di kegiatan itu. 

Awalnya, semua anggota rahasia di balik gambar disuruh menyiapkan 3 pertanyaan. Aku bikin pertanyaan suka main game apa? Suka makanan apa? Suka music gak? Aku menanyakan itu kepada Btari, temanku. Disitu ada 10 orang ada yang dari Depok, Solok, Malang, Jogja, dan lain lain.

Mentor aku ada Kak Inu, Kak Melly, dan Kak Rinta. Kalau Kak Inu yang memandu mengamati gambar, kalau Kak Melly yang mengajak kita main game perkenalan, dan kalau Kak Rinta sebagai co host dan admin.

Lalu kita di kasih foto, di foto itu ada banyak orang sedang memeriksa air, lalu juga ada 2 ibu-ibu yang sedang memegang buku. Ada juga 2 orang cowok dan cewek yang sedang megang alat seperti untuk mengukur ph meter portable, ada juga seorang bapak-bapak sedang menadahin air. Lalu kalau aku amati, di situ seperti di hutan, karena banyak pohon -pohon dan di situ juga lumayan rimbun.

Foto 2: di foto yang ke-2 aku melihat 3 ibu-ibu. Ibu 1 sedang menggerakkan balok kayu yang bentuknya seperti jungkat jungkit. Di sisi yang satunya ada 2 ibu-ibu sedang jongkok sambil menggunakan sebuah alat yang aku pernah lihat di video Liziqi dan Dianxi. Biasanya alat itu dipakai untuk menghaluskan adonan yang liat dan menurutku alat itu versi tradisionalnya mixer. Di gambar itu aku juga melihat potongan-potongan kayu seperti kayu bakar. Menurutku itu untuk bahan memanggang adonan tadi. Setelah itu Kak Inu menjelaskan lokasi-lokasinya dari foto-foto itu.  

Foto ke-1, dari Desa Golo Damo Manggarai Barat NTT. Yang foto ke-2 dari Kampung Le Masen, Ulee Karang Banda Aceh. Aku googling tentang Desa Golo Damo, dan yang menarik dari desa ini adalah setiap warganya harus menanam pohon Porang. Pohon Porang semacam tanaman umbi-umbian. Aku googling tentang kampung Le Masen, Ulee Karang Banda Aceh, dan yang menarik dari kampung ini adalah kopinya.

Aku sebenarnya penasaran dengan foto pertama, kenapa ibu itu memegang buku burung. Lalu yang kedua, aku bingung sebenarnya orang cowok dan cewek itu memegang alat apa sih? Dan yang ketiga, itu mereka sedang apa sih?

Yang aku rasakan saat kegiatan itu, lumayan ngantuk ketika menunggu giliran berbicara. Tapi aku senang karena ternyata ada games seru dan aku bisa bebas berpendapat.

Aku dapat ilmu baru juga, aku jadi tahu kain asli NTT itu seperti apa.

Dengan kegiatan ini, aku jadi punya pengalaman berpendapat di depan orang-orang yang belum aku kenal.


Langit

Comments

Popular posts from this blog

Satwa Payung, Konservasi dan Jalan-jalan ke Rimbang Baling (Lintang)

Mudik Minim Sampah

Ikan di Rumah Pakde (Lintang)