Mengolah Sampah Cara Mbah Kakung (Lintang)

Kemarin aku habis dari rumah mbah disana aku memperhatikan bagaimana mbah mengolah sampah,
aku pengen tau lebih banyak, jadi aku wawancara mbah. Ini hasil wawancaraku:

1. Sudah berapa lama mengolah sampah dengan cara membakar?
jawaban: sudah berpuluh-puluh tahun

2. Kenapa memilih dibakar?
 jawaban: karena cara yang paling mudah

3. Bagaimana dengan sampah popok?
jawaban: dikubur yang dalam

4. Kenapa sih tempat sampah mbah itu banyak?
jawaban: karena untuk memisah-misahkan jenis sampah.
sampah sisa makanan di jadikan pupuk oroganik.
sampah organik dikubur untuk beberpa lama kemudian dibongkar dan dijadikan
pupuk juga.
sampah non organik dibakar

 Sampah Sisa Makanan

Sisa-sisa makanan dikumpulkan dalam satu wadah, untuk  dijadikan pupuk dengan cara di sekitar pohon atau tanamannya digali terus sisa makanan ditaroh di situ lalu ditutup kembali dengan tanah.





Sampah Organik


sampah organik dikubur lalu didiamkan beberapa hari, setelah itu dibongkar dan dijadikan pupuk untuk menyuburkan tanaman.


Sampah Non Organik

sampah non organik dimasukkan kedalam lubang kemudian dibakar.


 Bekas Popok Adek

bekas popok adek yang lucu, dikubur yang dalam. Cara ini dilakukan karena mbah belum menemukan cara yang  lebih cepat diurai.

Sisa Nasi

Sisa nasi sama mbah dijemur sampai kering kemudian diberikan kepada orang yang mempunyai ayam untuk pakan ayam. Biasanya ketika ayamnya bertelur, orangnya menjual kepada mbah.


Minyak Jelantah
 

Minyak yang habis dipakai, ditampung dalam wadah dan dikumpulkan, nantinya ada orang  yang mengambilnya untuk dipakai lagi.

Ini lah hasil pengmatanku tentang cara mbah mengolah sampah di kampung

Lintang.






Comments

Popular posts from this blog

Satwa Payung, Konservasi dan Jalan-jalan ke Rimbang Baling (Lintang)

Mudik Minim Sampah

Output 1: Berkunjung ke Kantor Kecamatan (Langit)