Suku Papua dan Aborigin (LINTANG) RBG-2
Pertama yang aku lakukan adalah bermain games, games yang kita lakukan adalah mendengarkan kak Melly bercerita lalu kalau kak Melly menyebutkan kata kiri atau kanan peserta di suruh untuk menggoyangkan tangan ke kiri dan ke kanan. selanjutnya games yang kita lakukan adalah mencari object di layar teman-teman, aku mencoba tantangan kak Melly untuk memberi pertanyaan, siapa yang melihat vacum cleaner? semua tampak bingung beberapa peserta sudah menunjuk kelayar teman teman lalu aku langsung memberi jawaban kalau barang tersebut tampak di layar Izan
Foto 1
Foto pertama bergambar 3 penyelam yang lagi memegang sesuatu dan di sekitarnya tampak banyak patahan-patahan terumbu karang yang disusun dan tidak banyak ikan, opiniku: tiga penyelam itu lagi melakukan metode stek supaya memperbanyak terumbu karang, aku bisa menyimpulkan seperti itu karena kakakku pernah melihat nelayan yang melakukan hal yang sama, setelah itu kak Inu membuka sesi diskusi, aku membantah opini Ahsan karena menurutnya di foto itu ada bekas pecahan-pecahan kapal atau sisa kapal aku tidak setuju karena di sekitar 3 penyelam itu tidak ada bangkai kapal dan sisa kapal, dan banyak yang mengatakan kalau itu rumput laut. Bagas bilang kalau itu bukan rumput laut karena kalau itu rumput laut pasti bergoyang karena ada arus. foto itu ada di DESA PED, KECAMATAN NUSA PENIDA, KABUPATEN KLUNGKUNG, BALI.
foto 2
Foto kedua tampak orang Papua yang lagi melakukan ritual dan di tengahnya ada pisau, foto itu berada di PANTAI INGGRISAU, DISTRIK RAIMBAWI, KEPULAWAN YAPEN, PAPUA. Pertama yang beropini adalah Izan, Izan menyatakan bahwa itu adalah suatu tradisi dan ritual suku. Izan bilang mereka memakai pakaian adat karena tidak mungkin kalau mereka memakai itu di mall. Opiniku:menurutku lagi ada upacara adat karena berterima kasih dengan alam. setelah itu Devika beropini kalau itu adalah upacara adat atau suatu perayaan. aku penasaran di pakaian orang itu tampak ada CD di kalungnya aku tidak tahu itu CD beneran atau apa, aku sempat googling pakaian orang papua tapi tidak ada yang memakai CD. Devika bilang orang-orang itu dari Papua karena membawa alat musik tifa khas Papua dan orang-orang itu kulitnya gosong 100%, waktu Devika bilang gosong Ahsan menyatakan kalau itu rasis.
Rasanya mengikuti kegiatan kali ini, aku bersemangat karena seru, banyak perdebatan jadi tidak membuatku bosan tapi sedikit mengantuk
Dari hasil pencarianku aku bisa menyimpulkan bahwa di foto pertama itu bukan rumput laut karena.
1. Kedalaman penanaman. setiap aku googling rumput laut itu di tanam di perairan dangkal sedangkan terumbu karang harus menyelam untuk menanam
2. Cabang yang mirip. mungkin teman-teman bisa bilang itu rumput laut karena cabangnya yang mirip, kalaupun itu rumput laut pasti cabangnya lebih banyak dari pada terumbu karang.
Perbedaan suku Papua dan Aborigin.
setelah mencari informasi ternyata suku papua dan aborigin itu sama, 2 suku itu berasal dari afrika tapi itu sudah puluhan ribu tahun yang lalu mereka bermigrasi ke satu pulau dan sekarang itu memecah menjadi papua, australia dan tasmania dan karena sudah beranak-pinak di indonesia dikatakan menjadi warga indonesia. kalau perbedaan secara fisik itu hampir sama tapi kalau asesoris suku papua terlihat lebih banyak dari pada suku aborigin dan pakaiannya berbeda.
Aku belum pernah mengalami kasus rasialisme tapi aku pernah mendengar cerita tentang kematian George Floyd di amerika menurutku George Floyd itu punya kesalahan memakai uang palsu dan juga mabuk, tapi polisi terlalu berlebihan sampai leher George diduduki sehingga mati, aku bingung kasus rasialismenya di mana tapi menurut aku kasus rasialismenya mungkin karena si George berkulit hitam sampai polisi memperlakukan George berlebihan.
Lalu aku mendengar cerita papa tentang kerusuhan mei 1998, rumah dan toko orang keturunan china dibakar dan dijarah, sementara toko toko lain yang bukan milik orang keturunan china tidak diapa-apain.
Nama teman-temanku: Yosefa, Devika, Izan, Qorina, Bagas, Rashaun, Ahsan dan Naura.
Comments
Post a Comment