Pengalaman Terakhir RBG

Aku sedih sekaligus senang karena ini adalah pertemuan terakhir RBG tapi akhirnya aku bisa menyelesaikan tugas rahasia di balik gambar. Sebelum mulai kegiatan ada games untuk pemanasan, games pertama yang kita lakukan adalah melihat foto yang bergambar kucing-kucing yang lagi berenang, kucing-kucing itu  posenya bermacam-macam, ada yang tengelam, ada yang melayang di atas air dan masih banyak macamnya. Kita disuruh untuk memilih kucing yang sesuai dengan mood yang kita rasakan sekarang, aku memilih kucing yang hampir tengelam karena di tempatku sangat panas jadi rasanya adem ngebayangin sebagian tubuhku terendam air, tapi aku tetap bersemangat mengikuti kegiatan ini. Selanjutnya kita disuruh untuk melihat lukisan Monet bergambar water lily, tugas kita mengamati gambar tersebut selama 10 detik sehabis itu kita mendapat pertanyaan tapi kita  tidak tau apa pertanyaan dari foto itu ternyata adalah berapa jumlah  bunga lilypad aku menjawab 17, ternyata aku salah.



Foto 1
Foto pertama yang diamati bergambar 2 orang yang memakai baju adat dan ada turis-turis berfoto dengan sapi-sapi dan dari kejauhan tampak ada asap-asap dan daerahnya berbukit-bukit, Izan beropini bahwa ada parade karena ada yang memakai baju spesial dan melewati padang rumput itu. Ahsan juga berpendapat bahwa orang sedang membawa hewan ternak, ada asap mungkin sedang membakar sampah, ada orang dengan kostum yang spesial. 

Dan tentunya aku juga beropini, bahwa ada turis berfoto dengan sapi, 2 orang yang memakai baju adat itu ekspresinya bingung dan menoleh ke satu arah mungkin ada kejadian tapi tidak keliatan ada apa di situ, dan ternyata memang ada upacara adat di situ, foto itu diambil di Desa Winowanga, Lore Timur, Poso, Sulteng. 

Yang menarik dari tempat ini buatku adalah karena peternakannya ternyata sudah sangat tua dari 1818 dan masih bertahan sampai sekarang, sapi dan kerbau yang ada di situ tidak diperjualbelikan hanya untuk acara adat seperti pernikahan dan lainnya, di peternakan itu jumlah betina dan jantannya tidak sebanding, jantannya 1: betinanya 12, harusnya jantannya 1:5 betina, jadinya susah beranak-pinak.




Foto 2
Foto kedua tampak ada nenek yang menjulurkan badannya ke luar jendela dan ada tulisan RT II NO 26, opiniku adalah Nenek itu sepertinya melihat pemandangan dan ada  tulisan untuk negeri sepertinya rumah itu ada di kampung karena rumahnya masih sederhana dan di tutup jendela itu ada tulisan angka sepertinya tutup jendela itu memakai kayu bekas, melihat foto itu keingat waktu aku berada di Rawa Geude, foto ini berada di Desa Renah Kemumu, Kec. Jengkat Kab. Merangin, Jambi. 

Yang menarik dari desa ini adalah ternyata berada di atas patahan sehingga sering terjadi gempa, itulah kenapa rumah warga di situ memakai kayu karena lebih tahan terhadap gempa.

 
Dari 6 foto yang kami amati,  aku paling terkesan foto yang suku papua karena aku jadi tahu perbedaan suku Aborigin dan Papua. Dan karena foto ini aku jadi diskusi tentang rasialisme.

Semua lokasi yang aku kunjungi sih menarik semua, tapi dari 6 lokasi itu yang paling pingin aku kunjungi suatu hari nanti adalah Sumba timur karena aku ingin ikut road trip bersama kakakku.

Sejak mengikuti rahasia di balik gambar aku jadi lebih percaya diri beropini, aku gak malu dan takut salah, selain itu aku merasa lebih lancar menulis.
 
Aku akan sedikit menceritakan teman-temanku di RBG kloter 2, pertama Izan, dia paling sering duluan mengeluarkan pendapatnya, kalau Rashaun selalu tidak mau menujukkan mukanya selalu yang keliatan hanya rambutnya, kalau Naura paling pendiam. Kalau yang lain aku tidak terlalu memperhatikan. kalau aku orangnya itu selalu bersemangat.

Kegiatan ini membuatku tahu tempat-tempat di Indonesia, aku juga berterima kasih sama kakak Jaladwara karena sudah membimbing aku dengan sabar.
 

- Lintang -
 
 

Comments

Popular posts from this blog

Satwa Payung, Konservasi dan Jalan-jalan ke Rimbang Baling (Lintang)

Mudik Minim Sampah

Ikan di Rumah Pakde (Lintang)