FT1-Tukar Barang
FT-1
Setelah Kak Shanty mengumumkan di Whatsapp group, bahwa akan ada Eksplorasi tema F, aku langsung ingin mengikuti kegiatan Eksplorasi keduaku. Setelah itu Kak Shanty menjelaskan mengenai tantangan yang akan kita lakukan nanti, ternyata aku cukup exited dengan challenge yang diberi oleh mentor, yaitu adalah membarter barang dari barang yang tidak berarti dirumah.
Akupun langsung mengatur strategi dan kata-kata yang akan diucapkan nanti, barang yang aku pilih adalah binder clips dengan ukurang yang kecil. Hari itu adalah hari dimana aku ada latihan badminton dan aku teringat dengan tantangan eksplorasi ini, segera aku pergi ke warung untuk menukarkan binder clip milikku, aku mengatakan bahwa ini adalah tugas sekolah, dengan kata-kata itu aku berharap bahwa orang-orang akan lebih bersimpati, seperti yang kakakku katakan karena dulu dia pernah melakukan tantangan yang sama dan bisa mendapatkan mouse pad.
Tetapi bapak dengan rambut berrwarna kuning menjawab memang sekolah dimana? tanya nya, karena takut ketawan berbohong aku mengatakan bahwa aku sekolah di Marsudirini lalu bapak itu bertanya memang sekolah Marsud sudah masuk? Rasanya ingin kabur saja, selanjutnya aku berkata kalau sudah masuk, disitulah kesalahanku, lalu bapak itu menjawab kalau setau dia marsud masuknya masih cukup lama, disitu aku sudah menyerah dan akhirnya aku berterimakasih lalu pergi.
Saat sedang membantu mama ke pasar aku sekalian membawa binder clips. Aku pergi ke toko kelontong dan dipantau Mama dari kejauhan untuk menukar barangku untung Engkoh dengan kaca mata itu sangat baik dan menukarnya dengan satu saset ladaku.
Berikutnya aku pergi ke toko baju, mbak-mbak yang saat itu sedang menjaga toko sangat kebingungandan setelah aku katakan bahwa aku sedang mengikuti tantangan, mereka lebih paham dengan maksudku, lalu mereka menukarnya dengan satu bungkus peniti.Setelah berhasil 2 kali berturut-turut aku sudah mulai timbul kepercayaan diri.
Sorenya aku ingin menukar peniti di warung dekat rumahku, dia bersedia untuk menukarnya dengan bolu Oreo tetapi aku merasa akan lebih sulit lagi kalau oreo mau ditukar.
Aku menolak lalu pergi ke toko buku kecil, saat itu aku sangat deg-degan dan hanya ada nenek-nenek yang menjaga toko itu saat sedang aku jelaskan tentang tantangannya nenek itu tidak paham lalu keluar mbak-mbak yang sudah paham dengan maksudku saat sedang memilih barang yang mau ditukar dengan peniti, datanglah bapak-bapak yang sudah cukup tua yang lalu bilang ada apa ini? aku menjawab bahwa sedang ada tugas buat eksplorasi, dia menuduh bahwa dia takut jkalau aku sedang dimanfaatkan oleh kakak-kakak mentor, aku terkejut dan menegaskan bahwa ini hanyalah tantangan membarter barang. Setelah berdebatan panjang, akhirnya peniti aku ditukar dengan binder clips dengan ukurang lebih besar yang berjumlah 2 biji. Saat sedang mau pulang aku melihat bapak-bapak tadi bilang kalau dia mau membayarkan binder clips tadi, lalu aku langsung pergi dan dalam hati aku berfikir kalau sepertinya masih banyak orang yang tidak mengetahui apa arti barter.
Comments
Post a Comment